Dewan Duru

Dewan Guru MTs. dan MA Kabeloa Alkhairaat

Kegiatan Siswa

Domo nitoraku isema pura ri foto.

Guru dan Pengawas

Kunjungan Kerja Pengawas ke Madrasah

K.H. SYAKIR HUBAIB

Pendiri Yayasan Pesantren Kabeloa Alkhairaat ...

PASKIBRAKA

SISWA MA Kabeloa Mengikuti Kegiatan PASKIBRAKA Kab. Sigi

۞ WAKTU BALAROA PEWUNU ۞

Jumat, 24 Desember 2021

Kemenag Gelar Asesmen Kompetensi GTK Madrasah Tahun 2021

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}

  



Jakarta (Pendis) --- Kementerian Agama melakukan mapping kompetensi guru dan tenaga kependidikan sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan Kementerian Agama RI secara nasional.

Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani memaparkan bahwa AKG ini merupakan bagian yang terintegrasi dengan potret kompetensi guru yang bermuara pada profesionalisme guru. Sebagai pendidik anak- anak bangsa, guru harus terus mengupdate keilmuannya dan beradaptasi dengan kamajuan zaman, paparnya, Sabtu (18/12/2021).

”Hasil Assessment Kompetensi Guru tentu akan menjadi bahan kebijakan Kementerian Agama ke depannya untuk menyapa peserta didik agar berkualitas tinggi, sehingga mereka akan menjadi raja pada zamannya, tegas Ramdhani.

Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain juga menyampaikan AKG ini merupakan uji kompetensi untuk mengukur kemampuan guru, tenaga kependidikan madrasah, baik kompetensi paedagogik, profesional, kepribadian maupun kompetensi sosialnya, ujarnya.

Kompetensi guru dan tendik adalah kunci sukses belajar siswa. Kedepan dan ditengah pandemi Covid-19, kita membutuhkan guru profesional yang juga peduli. Guru peduli yang memiliki welas asih, cinta dan compassionate sangat dibutuhkan untuk proses pemulihan belajar ( learning recovery), jelasnya.

Diakhir sambutannya beliau juga menambahkan bahwa mendidik dengan cinta juga merupakan kunci dalam pemulihan mental health yang sedang mendera peserta didik kita, punkas Zain.

Koordinator Komponen 3 MEQR Ainurrofiq menekankan bahwa sistem AKGTK Tahun 2021 sudah terintegrasi dengan simpatika madrasah, sehingga bisa kapanpun dan dimanapun bisa melaksanakan AKGTK Madrasah baik persemester atau juga pertahun.

”Tentunya dengan memperkaya instrument asesmen dengan melibatkan seluruh mapel dan seluruh jenjang pendidikan yang ada. Asesmen juga bisa diterapkan pada 7 jenis kategori tenaga kependidikan, yang terdiri dari Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, Kepala Tata Usaha, Tenaga Administrasi, Tenaga Laboratorium, Tenaga Perpustakaan dan terakhir Pengelola Asrama/Pesantren, pungkasnya.

Kegiatan Asesmen Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Tahun 2021 dibagi dalam 3 sesi, sesi 1 jam 08.30-10.30, sesi 2 jam 11.00-13.00 dan sesi 3 jam 13.30-15.30. Diikuti oleh 38437 orang peserta, 3653 panitia/petugas. Digelar seluruh Indonesia sekitar 839 Tempat Asesmen Kompetensi (TAK). [DuR3N]

 

Editor: Solla Taufiq      Fotografer: Imam Baihaqi


Sumber : https://pendis.kemenag.go.id/read/kemenag-gelar-asesmen-kompetensi-gtk-madrasah-tahun-2021

----------------- Semoga Bermanfaat. By: KABELOA Balaroa Pewunu -----------------------

UIN Datokarama Palu-Universitas Siliwangi Kerjasama Kembangkan Jurnal Ilmiah

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}

 

 


Palu (Pendis) - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, menjalin kerja sama dengan Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Jawa Barat. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UIN Datokarama Palu Mohamad Idhan mengungkapkan, kerja sama ini merupakan paket kesepahaman dalam hal optimalisasi penerapan dan pengembangan tri dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, yang salah satunya mengenai peningkatan mutu jurnal ilmiah.

 

Kerja sama dua perguruan tinggi tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Rektor UIN Datokarama Palu Mohamad Idhan dan Rektor Universitas Siliwangi Supratman, berlangsung di UIN Datokarama Palu, Senin (20/12/2021).

 

Nota kesepahaman tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama dengan LP2M-Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) Unsil.

 

"Kerjasama ini ruang lingkupnya juga meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat,dan pelatihan," kata Idhan.

 

UIN Datokarama dan Universitas Siliwangi, melalui kerjasama ini sepakat menyelenggarakan riset secara kolaborasi dan publikasi ilmiah, serta pengembangan sumber daya.

 

Di samping itu juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah, kajian, dan seminar serta lokakarya bersama. "Lewat kerja sama ini akan dioptimalkan peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan kegiatan lain yang mendukung," ujar Idhan. Dengan kerja sama itu para pihak sepakat saling mendukung dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas mutu dan akreditasi jurnal ilmiah.

 

Berkaitan dengan itu Ketua LP2M-PMP Universitas Siliwangi, Supratman, mengemukakan kerja sama ini untuk kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat. "UIN Datokarama Palu mitra strategis yang potensial untuk pengembangan jurnal ilmiah dan hasil riset para akademisi," kata Supratman.

 

Ia juga mengemukakan bahwa kerja sama ini saling mengkolaborasikan para dosen yang tidak hanya melakukan riset dan publikasi ilmiah, tetapi juga pelibatan dalam kegiatan-kegiatan konferensi internasional.

 

Editor: Mujib Rahman



Sumber : https://pendis.kemenag.go.id/read/uin-datokarama-palu-universitas-siliwangi-kerjasama-kembangkan-jurnal-ilmiah


----------------- Semoga Bermanfaat. By: KABELOA Balaroa Pewunu -----------------------

Rabu, 08 Desember 2021

E - LEARNING MADRASAH

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}
----------------- Semoga Bermanfaat. By: KABELOA Balaroa Pewunu -----------------------

Petunjuk Teknis Pengelolaan BOS Tahun 2022

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}
----------------- Semoga Bermanfaat. By: KABELOA Balaroa Pewunu -----------------------

Rabu, 24 November 2021

Media Pembelajaran sebagai Penunjang Keberhasilan Belajar

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}

 


Media Pembelajaran sebagai Penunjang Keberhasilan Belajar

(artikel Pendidikan)

                                                        

 Oleh: Haryati

           Dalam mencapai tujuan pendidikan hal yang sangat perlu diperhatikan oleh seorang guru ialah metodologi pengajaran. Harjanto dalam bukunya Perencanaan Pengajaran 2003:237) menjelaskan bahwa dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan medis pendidikan sebagai alat bantu mengajar. Sedangkan penilaian adalah alat untuk mengukur atau menentukan taraf tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Dari penjelasan Harjanto dalam bukunya Perencanaan Pengajaran diatas dapat disimpulkan bahwa media pendidikan merupakan alat bantu mengajar dan juga termasuk kepada komponen metodologi yang harus diatur oleh guru guna mencapai tujuan pembelajaran.

          Dalam pengertiannya media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merang-sang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi Sadiman, et al. (2012, p.7). Dengan demikian media pembelajaran sangat diperlukan dalam proses pembelajaran mengingat keberadaannya yang dapat menciptakan lingkungan belajar efektif.

          Media pembelajaran sangatlah penting dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang baik. Dengan adanya media pembelajaran maka proses pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan hal ini tentu akan menimbulkan dampak positif bagi hasil belajar. Hasil belajar yang baik dapat terwujud karena ada proses belajar yang baik, dan proses belajar yang baik tercipta karena adanya media pembelajaran yang mendukungnya.

           Harjanto dalam bukunya Perencanaan Pembelajaran (2003:237) membagi jenis media pendidikan yang biasa digunakan dalam proses pengajaran, diantaranya yaitu (1) media grafis (media dua dimensi) seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster,kartun komik dan lain-lain. (2) Media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model panjang, model susun, model kerja, mock up, diorma dan lain-lain. (3) media proyeksi seperti slide, filmstrip, film OHP dan lain sebagainya. (4) penggunaan lingkungan sebagai media pendidikan. Terlepas dari kecanggihan medianya pengelompokan media diatas ialah berdasarkan fungsinya dalam membantu mempertinggi kualitas pengajaran.

          Lithanta dalam (Suyanto dan Asep Jihad, 2013:107) menjelaskan manfaat penggunaan media (alat peraga) dalam pembelajaran, diantaranya (1) Siswa akan lebih banyak mengikuti pelajaran dengan gembira, sehingga minatnya mempelajari materi pelajaran semakin besar, (2) siswa akan lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan, terutama ketika guru menyajikan konsep abstrak materi pelajaran ke dalam bentuk konkret, (3) siswa akan menyadari adanya hubungan antara pengajaran dan benda-benda yang ada di sekitarnya atau antara ilmu dengan alam sekitar dan masyarakat.

          Selain fungsi dan manfaat diatas media pembelajaran dapat dikaitkan dengan pembentukan konsep, pemahaman konsep, latihan dan penguatan, pelayanan terhadap perbedaan kemamuan individual, pengukuran, pemecahan masalah padaumumnya, rangsangan untuk berpikir, rangsangan untuk berdiskusi, serta rangsangan untuk berpartisipasi aktif (Suyanto dan Asep Jihad, 2013:108)

          Dewasa ini zaman sudah semakin canggih. Perkembangan teknologi sudah tak dapat dielakkan lagi. Setiap hari dunia mengalami perubahan dan perkembangan teknologi ke arah yang lebih baik. Perkembangan teknologi ini semestinya menjadi hal yang menguntungkan bagi dunia pendidikan. Dengan adanya teknologi canggih kepentingan yang berkaitan dengan kependidikan seharusnya lebih mudah terurus dan terpenuhi.

           Kepentingan kependidikan yang harusnya terpenuhi dengan adanya teknologi canggih ialah tersedianya media-media pembelajaran yang canggih pula. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Smaldino, et al. (2012, p.5) bahwa teknologi dan media yang disesuaikan dan dirancang secara khusus bisa memberi kontribusi bagi pengajaran yang efektif dari seluruh siswa dan bisa membantu mereka meraih potensi ter-tinggi mereka. Berdasarkan pendapat diatas dapat diketahui bahwa media dan teknologi memiliki andil yang kontributif untuk dapat meningkatkan kualitas pengajaran di kelas dan juga dapat membangkitkan potensi ter-baik dari siswa. Dengan meningkatnya kualitas pengajaran kemudian membangkitnya potensi ter-baik dari siswa tentunya secara langsungn siswa juga akan mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Dengan tercapainya hasil belajar yang maksimal maka tujuan pendidikan pun teraih.

          Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran memiliki peran yang cukup penting dalam mempertinggi hasil belajar. Oleh karenanya guru diharapkan dapat mengupayakan keberadaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Dengan memanfaatkan segala sesuatu yang  ada dan dibarengi kecanggihan teknologi masa kini guru tentunya dapat menciptakan, mengkreasikan dan merangkai medianya sendiri guna menunjang proses pembelajaran yang efektif. Karena dari proses pembelajaran yang efektif itulah akan tercipta hasil belajar yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Harjanto. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.

Sadiman, Arief, dkk. 2012. Media pendi-dikan pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Pustekkom Dikbud dan PT. RajaGrafindo Persada.

Smaldino, Sharon E., Lowther, Deborah L., Russel, James D. 2011. Instructional technology & media for learning tekno-logi pembelajaran dan media untuk belajar (9thed). (Terjemahan Arif Rah-man). Jakarta: Kencana. (Buku asli diterbitkan tahun 2011 oleh Pearson Education, Inc.).

Suyanto, dan Asep Jihad. 2013. Menjadi Guru yang Profesional. Jakarta: Penerbit Erlangga.



Sumber : https://sman5kotabekasi.sch.id/pages/read/6/media-pembelajaran-sebagai-penunjang-keberhasilan-belajar-artikel-pendidikan

----------------- Semoga Bermanfaat. By: KABELOA Balaroa Pewunu -----------------------

Dana BOS Dorong Pembuatan Website Sekolah

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}

 




          Selama ini masih belum merata sekolah-sekolah, di Kabupaten Sigi, misalnya, memiliki dan mengelola website sekolah sendiri. Jika ada kreativitas warga sekolah, kebanyakan informasi sekolah baru dapat diikuti melalui akun-akun media sosial lain seperti facebook, twitter dan sejenis. Beberapa sekolah memang sudah menginformasikan sekolah lewat blog tapi bukan website dengan domain khusus untuk sekolah, misalnya.

          Selain kendala kemauan dan kemampuan IT sekolah, belum meratanya kepemilikan website oleh sekolah juga disebabkan oleh keterbatasan anggaran. Ini alasan klasik, memang. Beberapa sekolah yang kepala sekolahnya sempat diajak berdiskusi, mereka menyatakan anggaran yang kurang membuat sekolah kurang bersemangat untuk membuat dan mengelola website sekolah. Dalam pikiran rekan-rekan pengelola sekolah, anggaran website sekolah haruslah besar. Padahal itu tidaklah benar.

          Saya menganggap alasan kekurangan anggaran tidaklah sepenuhnya benar. Bahkan tidak benar sama sekali karena sesungguhnya sejak adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah) bahkan sejak sebelumnya, tentu sudah ada juga anggaran operasional sekolah yang khusus untuk pengelolaan website. Syaratnya, jika sekolah sendiri mau menganggarkannya dengan dana yang ada.

          Setelah adanya bantuan khusus operasional yang disebut BOS, itu maka anggaran operasional itu sudah semakin mudah merencanakannya. Jika pun pada awal keberadaan BOS --saat dalam bentuk rintisan-- untuk SLTA, belum ada dana khusus untuk website, para pengelola sekolah sejatinya tetap bisa menganggarkan dana untuk keperluan operasional website itu. Tinggal sekolah mau atau tidak untuk menganggarkan keperluan-keperluan berkaitan pembuatan dan pengelolaan website sekolah tersebut.

          Untuk anggaran yang akan berlaku pada bulan Juli 2015, dana BOS ternyata sudah dan tetap menganggarkan untuk operasional website sekolah. Seperti BOS tahun berjalan, dalam Juknis memang sudah ditetapkan salah satu penggunaan anggaran dana BOS adalah untuk pengelolaan website sekolah. Dengan demikian, dana BOS sesungguhnya terus mendorong sekolah agar mengelola website sekolah sebagai salah satu sarana informasi sekolah dengan masyarakat.

          Dari sini sesungguhnya dapat digambarkan bahwa ketiadaan website sekolah tidaklah dikarenakan ketiadaan anggaran atau biaya sebagaimana pandangan selama ini. Nyatanya dana bantuan Pemerintah dari BOS sudah ditentukan (ditegaskan) bahwa salah satu penggunaannya adalah untuk pengelolaan website sekolah. Ini berarti keberadaan website sekolah sepenuhnya ditentukan oleh pengelola sekolah itu sendiri. Selama sekolah tidak menjadikan keberadaan website sekolah sebagai salah satu keperluan sekolah, maka selama itu pula website sekolah tidak akan ada di sekolah tersebut.

          Di sisi lain, anggaran APBN berupa dana BOS itu sesungguhnya sudah menganggarkan kebutuhan pengelolaan sekolah. Dana BOS terbukti sangat mendorong malah memerintahkan adanya website sekolah untuk setiap sekolah. Lalu alasan apa yang akan dipakai untuk tidak membuat dan mengelola website sekolah?

Bahwa untuk keperluan pengelolaan website sekolah diperlukan beberapa hal pokok seperti jaringan internet dan arus listrik, ini tentu saja menjadi kewajiban utama lainnnya yang harus diperhatikan sekolah. Sekolah bahkan juga wajib berkomunikasi atau bekerja sama dengan orang-orang yang mengerti bagaimana mengelola website sekolah sebagai kewajiban awal. Selanjutnya, sekolah harus juga menunjuk guru atau siapa saja yang akan mengelola website itu nantinya. Apapun dan bagaimanapun caranya, kebutuhan utama untuk keperluan website tentu saja harus diusahakan Sekolah. Bagaimanapun, anggaran sudah tersedia maka website pun wajib ada.***


Sumber : Unknown



----------------- Semoga Bermanfaat. By: KABELOA Balaroa Pewunu -----------------------

Selasa, 23 November 2021

Sambutan Kepala MTs. Kabeloa Alkhairaat

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}

 


                                                  MUSTAFAH, S.Ag, M.Ag ...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Selamat datang di website resmi M.Ts. KABELOA ALKHAIRAAT.

Sebagai media informasi dan komunikasi web Madrasah Tsanawiyah Kabeloa Alkhairaat, Balaroa Pewunu Kec. Dolo Barat Kabupaten Sigi, dibangun dan dikembangkan dalam rangka meningkatkan layanan sekolah kepada peserta didik, orang tua dan masyarakat. Kualitas layanan menjadi salah satu misi sekolah dan kaitannya dengan transparansi dan akuntabilitas sekolah. Melaksanakan amanah sebagai pimpinan di MTs. Kabeloa Alkhairaat, harapan untuk menjadikan sekolah besar dengan bertabur prestasi baik akademik maupun non akademik terus meningkat. Sekolah yang akan melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, religius yang berwawasan lingkungan serta mengabdi kepada bangsa dan negara. Mendorong terus berkembangnya inovasi dan kreasi warga sekolah. Meningkatkan kekeluargaan dan kerjasama dengan seluruh komponen . Dari lubuk hati yang dalam, saya mengajak seluruh warga sekolah,orang tua dan  masyarakat, marilah kita bergandeng tangan dan berkolaborasi untuk menciptakan sekolah yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi putra-putri kita dalam menuntut ilmu.

Semoga Allah SWT meridhoinya dan masyarakat dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dengan segala usaha dan upaya Madrasah Tsanawiyah Kabeloa Alkhairaat, Balaroa Pewunu Kec. Dolo Barat Kab. Sigi.

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

----------------- Semoga Bermanfaat. By: KABELOA Balaroa Pewunu -----------------------

MADRASAH STANAWIYAH KABELOA ALKHAIRAAT Balaroa Pewunu

Balaroa Pewunu Kec. Dolo Barat Kab. Sigi Prov. Sulteng - Indonesia. ...Read More
۞ MEDIA - SOSIAL ۞